Blog

Video Adversting

Sebelum Membuat Video Advertising 3 Hal ini Harus Anda Lakukan Terlebih Dahulu

Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas konten video terus naik secara signifikan. Hal ini juga turut dipengaruhi oleh kebiasaan para generasi milenial yang lebih suka melihat video dibandingkan konten jenis lain.

Berdasarkan survey Nielsen menyebutkan jika sebagian besar (98%) anak millenial di Indonesia gemar menyaksikan video streaming. Dengan kata lain, jika bisnis Anda memang menargetkan anak muda, maka konten video merupakan jenis konten yang paling sesuai. Namun untuk mencapai conversion rate yang tinggi maka diperlukan video advertising yang tepat.

Dari survey Nielsen juga diketahui jika individu di rentang usia 21-39 tahun, keputusannya untuk membeli barang atau Buying decision dalam rentang usia tersebut dipengaruhi oleh video advertising. Lalu apa saja yang perlu diperhatikan sebelum membuat video advertising, secara garis besar, ada 3 hal yang akan dibahas di bawah ini.

Analysis

Ketika akan membuat video advertising yang paling awal dipikirkan adalah tipe video yang tepat untuk setiap platform media sosial. Berbeda platform maka berbeda pengguna dan juga strateginya. Berikut beberapa ulasan singkat tentang video advertising berdasarkan platform yang berbeda.

  • Facebook

Facebook menjadi salah satu platform ideal untuk video advertising, sebuah laporan menuliskan jika user facebook menonton 100 juta jam video setiap harinya. Ketika Anda berniat untuk membuat content video untuk facebook, kenali serta pahami karakteristik viewer Facebook.

Video Adversting

Video di facebook lebih cocok untuk durasi yang pendek dan seringkali ditampilkan dalam bentuk square (kotak). Sementara untuk video dengan durasi yang lebih panjang lebih cocok ditampilkan di youtube. Pengguna facebook juga menyukai live video, terbukti dengan fakta jika facebook live video ditonton 3 kali lebih banyak dibandingkan konten video biasa.

Salah satu keuntungan live video adalah tidak perlu banyak diedit sehingga bisa memangkas biaya produksi. Hal ini lantaran user facebook paham kalau live video itu lebih alami atau menggambarkan situasi terkini.

  • Instagram

Konten di feed dan story instagram punya durasi yang terbatas, hanya 15 detik untuk story dan 1 menit untuk feed. Untuk durasi yang lebih panjang bisa menggunakan IGTV, tetapi perlu diperhatikan jika fitur IGTV bukanlah yang populer di platform Instagram.

Karena durasi video yang terbatas, konten video di Instagram haruslah cepat dimengerti dan to the point. Jangan lupakan juga call to action yang jelas serta ringkas untuk mensupport konten video advertising Anda. 

Laporan menunjukkan jika user instagram setiap harinya melakukan aktivitas 95 juta postingan per hari dengan rata-rata 21 menit per hari. Data ini menunjukkan jika orang-orang scrolling dengan cepat. Karenanya salah satu kunci agar video advertising bisa sukses adalah dengan thumbnail yang menarik perhatian.

  • Youtube

Platform youtube menjadi primadona bagi content creator video. Namun karena youtube adalah gudangnya video, maka kompetisi untuk mendapat perhatian user juga semakin ketat. Bahkan video advertising rata-rata punya bounce rates tinggi karena membosankan.

Untuk meningkatkan video advertising di platform youtube, Anda bisa bikin orang penasaran melalui storytelling. Selain jalan cerita yang menarik, jangan lupakan kualitas video yang baik untuk karena pada akhirnya, video berkualitas yang akan menarik perhatian pengguna untuk menonton video hingga selesai.

Target audience

Hal yang juga tak boleh diabaikan sebelum membuat video advertising adalah menentukan target audience. Target bersifat detail dan spesifik, Anda harus juga menentukan rentang usia target audience termasuk juga favorit mereka, kebutuhan hingga aktivitas kesehariannya.

Dari demografi target audience kemudian bisa ditentukan platform yang sesuai. Setelah itu Anda bisa setidaknya tahu jenis video yang akan dibuat, panjang durasi, tema ataupun teknik produksi video lainnya.

Content Creative

Salah satu yang menjadi kunci dari video yang menarik adalah ide kreatif. Dengan video advertising yang bagus dan menarik, tentunya akan mampu menarik minat pelanggan untuk membeli produk yang ditawarkan. Agar bisa menghasilkan video yang menarik, ada beberapa poin-poin penting yang bisa Anda terapkan di bawah ini.

  • Sesuaikan dengan tren terkini

Tips pertama untuk membuat video advertising yang menarik perhatian adalah dengan menunggangi tren terkini. Untuk mencari idenya, Anda bisa mencari referensinya di Google Trends.

  • Sesuaikan dengan selera target audiens

Yang tak kalah penting adalah video advertising harus berbicara dengan bahasa target audiens. Dengan berada di frekuensi yang sama, pesan yang disampaikan di dalam video akan sampai dengan lebih cepat dan tepat.

  • Daur Ulang Konten

Mendaur ulang konsep video advertising yang pernah berhasil sebelumnya bukanlah hal yang haram dilakukan. Anda bisa produksi ulang video yang sudah pernah dibuat dengan ditulis ulang menggunakan kalimat menarik atau mengikuti tren terkini. Dengan begitu informasinya tetap sama namun kemasannya dibuat berbeda.

Kesimpulan

Video advertising menjadi metode marketing yang populer saat ini seiring dengan meningkatkan minat kepada konten video. Namun untuk mencapai konversi tinggi perlu analisa jenis video, platform yang digunakan dan tak kalah penting adalah demografis target audience. Buatlah konten video secara berkala dan konsisten untuk bisa menarik perhatian audience hingga memperbesar konversi.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.